Jumat, 23 Desember 2016

Implementasi salah 1 sila dari Pancasila

Presiden Joko Widodo menyindir kebijakan subsidi bahan bakar minyak yang menelan anggaran Rp 300 triliun pada era Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Hanura di Kantor DPP Hanura, Jakarta, Rabu (21/12/2016).

Awalnya, Jokowi bicara soal kebijakannya yang sudah berhasil membuat harga BBM di Papua setara dengan harga di Pulau Jawa.

Sebelumnya, harga BBM jenis premium di sejumlah kabupaten terpencil di Papua bisa mencapai Rp 60.000-Rp 100.000 per liter. Namun, harga BBM di seluruh wilayah di Papua kini bisa sama dengan wilayah lain, yakni sekitar Rp 6.000 per liter.

“Bensin di Papua dan Jawa sekarang harganya sama,” ucap Jokowi.

Namun, Jokowi mengakui, untuk menurunkan harga BBM di Papua, Pertamina harus membeli sejumlah pesawat angkut BBM yang menghabiskan dana sekitar Rp 800 miliar.

Menurut dia, ada sejumlah pihak yang mempermasalahkan dana Rp 800 miliar itu. Jokowi pun lalu membandingkannya dengan dana yang harus dikeluarkan saat subsidi BBM pada era SBY.

Baca juga: BBM Di Papua Murah, Jokowi: Banyak Yang Tidak Senang, Karena Selama Ini Sudah Menikmati

Subsidi BBM untuk seluruh daerah di Indonesia saat itu menelan dana sebesar Rp 300 triliun per tahun.

“Dulu subsidi BBM Rp 300 triliun saja diam semuanya. Ini Rp 800 miliar saja kok rame?” ucap Jokowi.

Jokowi mengatakan, selama ini masyarakat di Papua memang diam saja dengan kondisi harga BBM yang selangit. Berbeda dengan masyarakat di Ibu Kota yang langsung demo saat BBM naik Rp 1.000.

“Mentang-mentang yang di Papua diam terus, harus kita beri Rp 60.000 terus? Kan tidak,” ucap Jokowi.

Pada awal pemerintahannya, Jokowi memutuskan mencabut subsidi BBM. Subsidi itu akan dialihkan untuk hal yang lebih produktif seperti pembangunan infrastruktur.

“Setahun Rp 300 triliun hanya kita nikmati dengan dibakar dan hilang dengan 83 persen dinikmati oleh yang punya mobil. Mestinya, subsidi ini diberikan kepada mereka yang tidak mampu, tetapi ini terbalik,” kata Jokowi di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (17/4/2015) lalu.

Hukum positif

Hukum positif Indonesia artinya adalah hukum yang saat ini berlaku di Indonesia. Hukum positif di sini mencakup aturan perundangan yang berlaku umum (regelling), ataupun keputusan yang berlaku khusus (beschikking), yang pelaksanaannya dikawal oleh aparatur negara dan dunia peradilan.

Dalam bahasa Latin hukum positif disebut sebagai ius constitutum yang membedakannya dengan hukum yang dicita-citakan, hukum yang belum berlaku, hukum yang masih diangankan berlaku, atau disebut ius constituendum.
Untuk membedakannya dengan hukum positif, saya menyebut hukum yang masih dicita-citakan tersebut sebagai hukum aspiratif.

Sebagai hukum yang berlaku di suatu negara, yang pelaksanaannya dikawal oleh aparatur negara dan dunia peradilan, maka tidak sembarang lembaga dapat menghasilkan hukum positif. Singkatnya, hukum positif hanya dapat dihasilkan oleh organ negara yang memang diberikan kewenangan untuk itu.

Tentang pembentukan peraturan perundangan, hukum positif yang sekarang berlaku adalah Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011. Pasal 7 UU tersebut mengatur jenis dan hirarki peraturan perundangan adalah: UUD 1945, Ketetapan MPR, Undang-Udang/Perpu, Peraturan Pemerintah, Perpres, Perda Provinsi atau Kabupaten/Kota.

Di luar itu, peraturan perundangan yang berlaku adalah yang ditetapkan oleh organ negara (contohnya: MPR hingga Bank Indonesia). UU itu juga mengakui regulasi yang diterbitkan oleh anggota kabinet seperti Peraturan Menteri.

Sedangkan untuk badan, lembaga, dan komisi negara lainnya, hanya diakui berwenang membuat hukum positif jika keberadaannya “dibentuk dengan undang-undang, atau Pemerintah atas perintah undang-undang” (Pasal 8 Ayat (1) UU No 12/2011).

Rabu, 21 Desember 2016

2 WNA  di Kantor Chiropractic Indonesia Asal Australia

2 WNA  di Kantor Chiropractic Indonesia Asal Australia

Oleh Muslim AR pada 26 Jan 2016, 17:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta - 2 Warga negara asing (WNA) ditahan jajaran Polda Metro Jaya karena diduga melakukan malapraktik. Mereka ditangkap di kantor pusat Chiropractic Indonesia, di Rukan Permata Senayan, Blok A nomor 15, Jakarta Pusat, Selasa siang.

"2 Orang tenaga asing kita temukan di atas atap, atas nama Anthony Dawson dan adiknya, Thomas Dawson. Kalau yang 1 itu (Dawson) sudah kita amankan ketika di Gandaria City, dia praktik tanpa izin," ujar Kepala Bidang Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Maria Margareta, kepadaLiputan6.com usai merazia, Selasa (26/1/2016) siang.

Maria menjelaskan 2 warga asing tersebut adalah warga negara Australia.

"Kita mau lihat legalitasnya. Kalau izin prasarananya ada, tapi ini kan mempekerjakan orang asing tanpa izin. Untuk hari ini kami temukan 2 orang asal Australia. 1 Orang merupakan tenaga praktik dan 1 lagi mengaku sebagai direkturnya," sambung Maria.

Maria menyebutkan, terkait penutupan kantor induk dari klinik Chiropractic First itu, pihaknya masih memproses.

"Ini bukan penggerebekan, kami hanya menjalankan tugas, pengawasan, pembinaan, dan pengendalian. Semua karyawan dan tenaga praktiknya kita bawa ke Polda dulu," papar Maria.

Dalam razia itu sempat terjadi adu mulut antara petugas dengan pria paruh baya, yang mengaku sebagai pengacara klinikChiropractic Indonesia.

"Jangan bawa-bawa media seperti ini, kalau memang ada pidana, mari kita lihat di mana pelanggarannya," ujar pengacara Chiropractic Indonesia, Kharyo Rumban Radja Nainggolan, dengan suara lantang, sambil mengusir semua awak media.

Semua barang bukti dan karyawan beserta 2 tenaga asing itu digiring ke mobil dan langsung dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan. Kharyo mendampingi.

Dalam razia ini, Dinas Kesehatan DKI Jakarta dibantu Dinas Imigrasi, dan Polda Metro Jaya.


http://m.liputan6.com/news/read/2421347/2-wna-ditangkap-di-kantor-chiropractic-indonesia-asal-australia

Selasa, 20 Desember 2016

Pendapat hukum Tjahjo Damirin

Dalam setiap pasal KUHP kita selalu menemui frasa "Barangsiapa dengan sengaja...bla-bla" ini artinya adalah orang secara pribadi/induvidu (natuulijke persoon) yang bisa dikenakan tuntutan pidana pasal dimaksud. Bukan korporasi atau badan hukum (recht persoon). Ahok yang kini sedang diadili dituntut berdasar Pasal 156 dan 156a KUHP dan UU Nomor 1/PNPS Tahun 1965, menyebutkan frasa barangsiapa dst. Berarti hanya secara individu Ahok yang bisa dipidana.
Harus diingat saat Ahok berpidato di Kepulauan Seribu dia mengenakan seragam dinas Pemda DKI datang ke pulau tersebut dalam rangka kerja. Dengan demikian saat dia terpeleset bicara soal Al Maidah 51 dalam pidatonya dia bertindak atas nama institusi Pemda DKI yang notabene adalah korporasi badan hukum pemerintah. Dia bertindak tidak atas nama pribadi atau individu yang bernama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Berdasarkan asas "Nullum Delictum Nulla Puna Lege Punali" merupakan asas legalitas yang termuat dalam Pasal 1 ayat (1) KUHP. Dengan demikian demi kebenaran dan penegakan hukum, Ahok harus dibebaskan sebab tidak memenuhi unsur Pasal 156 dan 156a KUHP. Tentunya Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum dan Para Pembela Ahok pasti paham akan hal ini.

Lihat di facebook

Rabu, 07 Desember 2016

Sari Roti ogah dianggap pendukung yang ada kaitannya dengan upaya makar

Allahuakbar! Sari Roti Bongkar Kebohongan Aksi 212

BY ALIFURRAHMAN ON DECEMBER 6, 2016

Alhamdulillah. Akhirnya kita harus bersyukur karena satu persatu kebohongan aksi 212 yang katanya untuk bela Islam itu terbongkar. Allah memang maha asik, dan punya cara-cara tak terduga untuk membuka kemunafikan dan kebohongan yang dilakukan oleh media yang mengatasnamakan media islam.

Pada saat aksi 212 diberitakan ada banyak logistik yang dibagikan gratis. Katanya semua dari sumbangan masyarakat. Ada salah satu tokoh ustad bayaran mengatakan ini seperti surga, semua gratis. Subhanallah. Sementara dari sisi cerita termehek-mehek, mereka juga gunakan istilah sakti “subhanallah” untuk mengumpulkan emosi publik. Melalui web pskpayungan dan yang sesapian dengannya, mereka membangun cerita bahwa pedagang roti yang tak punya apa-apa saja ikut membantu memberikan dagangannya secara gratis untuk para mujahid. Subhanallah dan Allahuakbar mereka selipkan untuk mendramatisir cerita.

Tapi kemudian cerita bombastis ini menjadi bumerang yang sangat mematikan setelah pihak PT Sari Roti mengklarifikasi bahwa mereka tidak ikut terlibat dalam aksi 212. Berikut klarifikasi Sari Roti:

Sehubungan dengan beredarnya informasi mengenai adanya pembagian produk Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle) pada Aksi Super Damai 212, dengan ini kami sampaikan bahwa:
 
1. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. selaku produsen produk Sari Roti memberikan apresiasi sebesar-besarnya atas terlaksananya Aksi Super Damai 212 yang berjalan dengan lancar dan tertib pada tanggal 2 Desember 2016.

2. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. senantiasa berkomitmen menjaga Nasionalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika dengan senantiasa berusaha untuk menjadi perusahaan kebanggaan Indonesia.

3. Dengan tidak mengurangi apresiasi kami atas Aksi Super Damai kemarin, dengan ini kami sampaikan bahwa PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. tidak terlibat dalam semua kegiatan politik. Kemunculan informasi mengenai pembagian produk Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle), merupakan kejadian yang berada diluar kebijakan dan tanpa seijin PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.
 
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, dengan ini PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. menyampaikan bahwa:

1. Produk Sari Roti tersebut adalah produk yang dibeli oleh salah seorang Konsumen melalui salah satu Agen yang berlokasi di Jakarta.
     
2. Pihak Pembeli meminta agar produk tersebut dapat diantarkan ke area pintu masuk Monas dan dipasangkan tulisan “gratis” tanpa pengetahuan dan perijinan dari pihak PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.

3. Demikian informasi ini kami sampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman diberbagai pihak. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. berkomitmen untuk selalu menjaga Nasionalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika, serta tidak terlibat dalam semua aktivitas kegiatan politik.

Klarifikasi PT Sari Roti ini menjadi sangat penting untuk membongkar kebohongan dan kemunafikan media terkait aksi 212. Sehingga sekarang kita jadi tahu bahwa sebenarnya tidak benar berita pedagang roti yang memberikan dagangannya secara gratis. Cerita bombastis memberi karena Allah dan sebagainya itu hanyalah kebohongan yang terstruktur sistematis dan massif.

Sebab faktanya, ada donatur yang membeli Sari Roti dalam jumlah banyak, kemudian menyuruhnya untuk diantarkan ke pintu Monas dan dipasang tulisan “Gratis.” Hal ini pasti valid. Jika mau ditelusuri, mungkin juga akan membantu polisi untuk mengumpulkan data donatur yang biayai ricuh demo 411. Saya rasa malam ini Polri sudah mendapatkannya dari pihak Sari Roti.

Boikot Sari Roti

Beberapa kelompok orang kemudian menyuarakan memboikot Sari Roti. Ini karena cerita-cerita bombastis mereka terbongkar. Mereka yang sebelumnya menyebut nama Allah untuk membuat pembaca terharu karena ada pedagang roti yang ikut mendukung aksi 212, kini harus dibuat malu. Sebab faktanya yang memberi mereka roti gratis sebenarnya bukan rakyat kecil, tapi ada donaturnya, ada pembeli dalam partai besar.

Saya juga harus kembali bersyukur karena mereka memboikot Sari Roti. Sebab ini jadi mengkonfirmasi bahwa mereka itu sebenarnya bukan menyuarakan kebenaran, tapi mendukung kebohongan demi kebohongan. Sama seperti mereka membenci metrotv dan media mainstream lainnya, tapi begitu fanatik dengan web pskpayungan dan yang sesapian dengannya. Sebab mereka ingin membaca berita yang sesuai dengan keinginan dan mendukungnya untuk terus membenci pemerintah Indonesia.

Konfirmasi adanya donatur

Dalam logika sederhana, aksi sebanyak itu pasti ada donaturnya. Pasti. Bahwa kemudian dibantah oleh para ustad bayaran dan menyebutnya ini semua “karena Allah” itu sama sekali tidak bisa mengubah kenyataan. Kenyataannya ada donatur.

Pengakuan Sari Roti semakin mengkonfirmasi bahwa memang ada donatur aksi yang menginginkan keributan di negeri ini. Sebelumnya saya juga sudah menuliskan bahwa ada donatur yang sengaja meneyrang seword.com ini dengan ddosh selama 6 jam perhari, dengan biaya minimal 200 juta rupiah perjamnya. Kemudian memblokir FB saya, yang secara tekhnis baru bisa terjadi jika ada pelaporan lebih dari 5,000 akun. Kejadian ini sudah saya laporkan ke lingkaran Menkominfo, sebab pasti ada keterkaitannya dengan aksi 212. Selengkapnya di: https://seword.com/politik/bukti-provokator-212-gagal-dan-rugi-bandar/

Pertanyaannya kemudian, siapa yang mau keluar uang milyaran rupiah untuk sesuatu yang tidak ada gunanya seperti itu? Siapa yang mau beli roti dalam jumlah banyak kemudian dibagi-bagikan secara gratis? Kemungkinannya ada dua. Pertama adalah politisi yang ingin menunggangi aksi. Kedua adalah teroris yang selama ini juga membiayai kerusuhan di Suriah.

Memahami alur donatur

Di lapangan, memang seolah ada bantuan relawan dan ikhlas. Andai PT Sari Roti tak memberi klarifikasi, pastinya sampai sekarang kita akan dipaksa percaya bahwa ada banyak relawan yang memberi makan secara gratis, padahal faktanya ada pembeli dalam partai besar yang kemudian dibagikan melalui pedagang-pedagang kecil.

Begitu juga dengan cerita-cerita lainnya, bahwa ada relawan yang menyumbang satu dua kardus air mineral, roti dan sebagainya, sebenarnya ada indikasi bahwa di balik semua itu ada donatur tunggal yang membagikannya pada orang-orang yang kemudian bertindak sebagi relawan, padahal itu hanya orang suruhan seperti pedagang roti. Semuanya hanya seolah-olah.

Strategi teroris

Teori “seolah-olah” ini sebenarnya merupakan cara-cara teroris dalam mendoktrin calon kadernya. Sama seperti santri yang jalan kaki dari Ciamis ke Jakarta, itupun hanya seolah-olah. Sebab faktanya di tengah jalan mereka naik bus. Tapi tak peduli dengan fakta, yang penting sudah terbentuk berita “mereka jalan kaki.” Begitu juga dengan cerita pedagang roti yang memberikan dagangannya ke massa, padahal faktanya itu bukan dagangan mereka.

Sehingga mungkin ini penting untuk saya kutip tulisan saya sebelumnya, mengapa mereka menggunakan cara-cara seperti ini. Tujuan akhir dari pertunjukan ini adalah opini tentang hal-hal yang bersebrangan dengan rasionalitas. Supaya orang berpikir mengapa mereka jalan kaki jauh-jauh? Mengapa mengorbankan banyak hal? Sehingga ketika orang mampu berpikir serius tentang pertanyaan tersebut, maka mereka akan lebih mudah untuk ikut atau mendukung aksi 2 Desember. Selengkapnya: https://seword.com/sosbud/jalan-kaki-ciamis-jakarta-antara-rasionalitas-dan-teror/

Pemahaman dan analisis seperti ini standar dalam mata kuliah manajemen stres. Cara terbaik dan licik untuk mempengaruhi orang lain adalah dengan memaksa mereka berpikir dan menjawabnya sendiri. Sebab saat itu terjadi, maka satu-satunya orang yang bisa menggagalkan niatnya adalah dirinya sendiri. Dan sebenarnya inilah yang dilakukan oleh para teroris untuk mempengaruhi tumbalnya agar mau melakukan bom bunuh diri. Kuncinya biarkan mereka berpikir dan mendapat jawabannya sendiri.

Tapi sekali lagi alhamdulillah Allah akhirnya membongkar satu persatu kebohongan demi kebohongan mereka. Semoga terus diproses dan semakin terbongkar, sehingga pada akhirnya rakyat Indonesia paham bahwa aksi tersebut hanyalah aksi yang diprovokasi oleh pihak-pihak tertentu dengan mengatas namakan agama islam. Allahuakbar!

Begitulah kura-kura.

69304 total views, 69304 views today

pakar mantan

SHARE.Twitter Facebook Google+ PinterestLinkedIn Tumblr Email

 PREVIOUS ARTICLEMengapa Aku Membela Ahok

NEXT ARTICLE Ridwan Kamil Jawab Sudah Koordinasi, Tapi Kebaktian Natal Dibubarkan

ABOUT AUTHOR

ALIFURRAHMANFacebookTwitter

Analyst, Pemikir, Pakar Mantan dan Spesialis Titik-titik WA: +15068028643 BBM: 74B86AE4

Seword

Price: Free 

TERBARU

DECEMBER 7, 2016 1

Terima Kasih Soni Sumarsono

DECEMBER 7, 2016 2

Mereka Sewot dengan Ucapan Iwan Fals

DECEMBER 6, 2016 23

Ridwan Kamil Jawab Sudah Koordinasi, Tapi Kebaktian Natal Dibubarkan

DECEMBER 6, 2016 95

Allahuakbar! Sari Roti Bongkar Kebohongan Aksi 212

DECEMBER 6, 2016 6

Mengapa Aku Membela Ahok

DECEMBER 6, 2016 6

Kaum Pengkhayal Mukjizat

DECEMBER 6, 2016 1

78 Milyar dan 211 Ton Sampah di Aksi Damai?

DECEMBER 6, 2016 12

(Analisis) Mengapa Ahok Menang Telak di Polling Tapi Kalah di Survey

DECEMBER 6, 2016 10

Ahmad Dhani, Lain Dulu Lain Sekarang

DECEMBER 6, 2016 1

Balas Dendam Jurnalistik, Kritik Atas Media-Media Islam

ARSIP ARTIKEL

Arsip Artikel 

Select Month   December 2016    November 2016    October 2016    September 2016    August 2016    July 2016    June 2016    May 2016    April 2016    March 2016    February 2016    January 2016    December 2015    November 2015  

TERPOPULER HARI INI

DECEMBER 6, 2016 95

Allahuakbar! Sari Roti Bongkar Kebohongan Aksi 212

DECEMBER 5, 2016 50

Di Indonesia, Menyebar Fitnah dan Hoax Disebut Dakwah

DECEMBER 5, 2016 42

Gara-Gara Tidak Mendukung Aksi Bela Islam, Status Agama Saya Dipertanyakan…

DECEMBER 5, 2016 16

Pak Antasari, Panggung Sudah Siap! Kapan Mau Nyanyi?

DECEMBER 5, 2016 32

Harus Sakit Jiwa Dulu Agar Bisa Memahami Maksud Habib Novel Minta Ganti Rugi 240 Juta pada Ahok

DECEMBER 6, 2016 6

Roti Simalakama; Antara Fakta dan Rekayasa

ABOUT

seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. bagi yang ingin bergabung menulis, bisa kirimkan contoh artikelnya ke emailredaksi@seword.com, jika memenuhi standar, nantinya akan diberi akses sebagai penulis seword.

untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya, dapat menghubungi:

BBM: 74B86AE4
WA: +150 6802 8643

TERPOPULER MINGGU INI

DECEMBER 3, 2016 6

Lucunya Rizieq Saat Dihalangi Wiranto untuk Dekati Jokowi

DECEMBER 1, 2016 33

Dear Pak SBY: Jangan Bunuh Diri!

DECEMBER 2, 2016 0

Presiden Temui Massa 212, SBY Semakin Terlihat Bermasalah

DECEMBER 3, 2016 1

Si jenius itu bernama Muhammad Tito Karnavian

Copyright © 2016 Seword.com.

Minggu, 27 November 2016

Jokowi Jadi Presiden, Tomy Winata Terkapar. Kini 'Hangat' Bersama Imam Besar FPI Habib Rizieq.


Nah Lo Ketahuan!!

Infoteratas Indonesia 10 hrs ago  fpi,Nasional



Infoteratas.com - Media Sosial tengah dihebohkan dengan keakraban Imam Besar Habieb Rizieq dengan klan pengusaha Tomy Winata...?

Foto ini pertama kali diposting oleh akun @Ratu-adil dan telah diretweet oleh ratusan netizen karena sungguh menghebohkan.

Betapa tidak...?? FPI yang selama ini gembar - gemborkan anti aseng ternyata sangat akrab dengan aseng.

Siapakah Tomy Winata..??

Siapa yang tak kenal Tomy Winata? Pengusaha Indonesia keturunan Tionghoa yang satu ini lihai dan licin bagaikan belut yang telah diolesi oli. 

Bagaikan raksasa yang berdiri mengangkang, jaringan bisnisnya menggurita disegala aspek perekonomian di negeri ini. 

Saking tajirnya Tommy Winata ini, orang bilang uangnya itu mungkin saja sudah tak ada nomor serinya lagi. 

Namun bagaimanapun juga, patut kita akui keuletan dan kelihaian Tomy Winata dengan tangan dinginnya itu ia mengukir satu persatu unit bisnisnya bagaikan mengukir lekak-lekuk patung Jepara yang sulit dan rumit menjadi indah dan enak dilihat.

Semua unit bisnisnya dipoles sedemikian rupa menjadi sedemikian kinclongnya seperti tukang poles batu Bacan di Rawabening Jakarta yang lihai menghsluskan dan mengkilapkan batu bacan. yang saat ini sangat digemari dan diburu banyak orang karena telah menjadi tren di kalangan eksekutif muda dan kawula muda Jakarta.

 Namun apa lacur, kali ini taipan cerdas yang disegani di negeri zamrud khatulistiwa ini terpaksa harus gigit jari dan terkapar tak berdaya setelah mimpi indahnya untuk meraup Margin Profitdari proyek jembatan Merak Banten dan Bakauheni Lampung itu gagal total ditangan Jokowi. 

Proyek itu justru di kunci oleh Jokowi. Impiannya pun tumbang seketika.

Rupanya Jokowi tak setuju dengan sistem jembatan yang menghubungkan Merak Banten dengan Bakauheni Lampung itu. Menurut Jokowi biayanya terlalu besar, dan balik modalnya pun butuh waktu yang sangat lama kurang lebih sekitar 30 tahun lamanya. Setidaknya itu menurut perhitungan Jokowi.

Sebagai negara Maritim, Jokowi lebih cenderung mengoptimalkan fungsi kelautan dengan mekanisme tol lautnya itu yang menghubungkan dermaga-dermaga disetiap pulau dengan kapal-kapal besar. Bukan dengan bikin jembatan untuk menghubungkan antar pulau.

Padahal Tomy Winata ini sudah menggelontorkan fulus yang sangat besar. Bayangkan saja untuk melakukan survey dan studi pra-kelaikan (Feasibility Study), ia sudah tekor sekitar 1,5 triliun rupiah. Investasi yang sebegitu besarnya justru kandas ditangan Jokowi. Pil yang paling pahit yang terpaksa harus ditelan Tomy Winata di era Jokowi saat ini.

Ya mau bagaimana lagi, namanya juga resiko bisnis. Untung rugi dalam bisnis merupakan resiko tak terduga yang sudah pasti dipahami dengan betul bagi pebisnis handal sekaliber Tomy Winata.

Proyek Reklamasi Bali

SBY keluarkan Perpres Nomor  51 Tahun 2014 terkait perubahan terhadap peruntukan ruang sebagian kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang merupakan bagian dari Kawasan Teluk Benoa, Bali. Perpres tersebut merupakan revisi dari Perpres No. 45/2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan), menyebutkan perubahan sebagian status zona kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil di Kawasan Teluk Benoa, serta arahan umum pemanfaatan ruang kawasan tersebut.

Reklamasi Teluk Benoa ini adalah warisan bermasalah SBY.

Dalam Amdal, pelaksana proyek terdiri dari Adhi Karya, Waskita Karya, dan Hutama Karya menyatakan, pemasangan tiang-tiang penyangga jalan dilakukan menggunakan ponton. Nyatanya, mereka menguruk dengan tanah kapur.

Setelah mulai beroperasi tahun 2013, kita memang melihat ada banyak kerusakan mangrove. Sangat tidak sesuai dengan janji-janji manis saat hendak dibangun yang akan tetap menjaga mangrove. Sebelum proyek selesai sudah terlihat jelas kerusakannya.


Menyadari akan hal ini, SBY  langsung terjun ke teluk Benoa untuk menanam mangrove. Tak tanggung-tanggung, beliau mengajak Christiano Ronaldo sebagai duta mangrove. Dan yang mengajak Christiano Ronaldo datang menjadi duta mangrove adalah Tomy Winata.

 Tomy Winata adalah pendiri Artha Graha yang selama ini dinilai sangat dekat dengan SBY, selain Bakri dan yang sejenisnya. Tentu bukan sebuah kebetulan jika Tomy Winata adalah investor utama PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI). Sementara anda tau siapa yang mendapat izin pengelolaan reklamasi teluk Benoa selama 30 tahun? TWBI.

Tapi jika diteliti lebih dalam, Jokowi sepertinya melihat adanya kongkalikong antara Tomy Winata dan pemerintah sebelumnya. PT Bangungraha Sejahtera Mulia adalah anak perusahaan dari Artha Graha, BSM ini bekerjasama sharing profit dengan BUMD Banten dan Lampung, di mana Tomy Winata duduk sebagai komisarisnya. Sementara Pemprov Lampung dan Banten hanya memiliki 2.5% saham.

Terkait proyek ini, di tangan SBY lahir  Perpres Nomor 86 tahun 2011 tentang Kawasan Strategis Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS) atau yang lebih dikenal dengan istilah Jembatan Selat Sunda (JSS) itu.

Namun setelah SBY lengser, Jokowi menghentikan proyek ratusan triliun tersebut tanpa basa basi. Dihentikan, titik.

Design Rancang Bangun Jembatan Selat Sunda (Tempo)


Proyek raksasa sebesar 225 Triliun Rupiah itu kini hanya tinggal kenangan. Padahal kalau saja jembatan itu jadi, sudah pasti pulau Jawa dan Sumatera akan maju pesat. Transportasi jadi lancar, suplai logistik antar pulau bukan menjadi hambatan lagi tanpa perlu menunggu jadwal kapal Ferry bersandar di Dermaga, tanpa perlu antrian kendaraan-kendaraan pribadi, Kontainer, dan truk-truk besar yang berkilo-kilo meter jauhnya di pelabuhan Merak maupun di Bakauheni.

Sebenarnya gagasan untuk menghubungkan pulau Jawa dan pulau Sumatera dengan jembatan sudah ada sejak jaman Presiden pertama NKRI, yaitu Ir. Soekarno. Dengan latar belakang Insinyur yang ia milki, Soekarno menggagas mega proyek ini dengan sebutan Tri Nusa Bima Sakti sebagai grand desain pembangunan infrastruktur jalan nasional.

Namun entah kenapa, apakah karena dananya di era Soekarno dulu masih sangat minim ataukah mungkin saja ada faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi sehingga proyek itu akhirnya hanya sekedar jadi Master Plan saja.

Lalu pada jaman pemerintahan Habibie pasca tumbangnya Presiden Soeharto yang digulingkan oleh mahasiswa Reformasi, proyek jembatan selat Sunda mulai digulirkan lagi. Habibie sendiri yang memimpin langsung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada tahun 1988 yang silam untuk mewujudkan rencana proyek peninggalan jaman Soekarno dulu.

Proyek jembatan sepanjang 29 Kilo Meter yang melintasi Selat Sunda itu sudah dihitung dengan cermat dan secara terperinci oleh Habibie. Dana yang dihitung secara teliti oleh Habibie untuk pembuatan jembatan itu sebesar 100 Triliun Rupiah. Namun apa daya, proyek impian itu gagal total akibat dihantam serangan badai puting beliung Krisis Moneter yang sangat dasyat sehingga memporak-porandakan perekonomian di seluruh pelosok negeri ini.

Setelah sekian lama terkubur impian para pemimpin bangsa ini untuk menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera dengan jembatan seperti di San Fransisco itu, akhirnya di jaman SBY dimunculkan lagi ke permukaan untuk merealisasikan proyek impian yang selalu kandas ditengah jalan itu.

 Tomy Winata ditunjuk oleh pemerintahan SBY menjadi rekanan swasta melalui konsorsium Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS) yang merupakan salah satu anak perusahaan Artha Graha yakni PT. Bangungraha Sejahtera Mulia.

Bagi Anda yang belum tahu, PT. BSM ini adalah perusahaan swasta milik Tommy Winata yang bekerjasama sharing profit dengan BUMD Banten dan Lampung. Tomy Winata duduk sebagai komisaris utama, sedangkan Pemprov Banten dan Lampung hanya memiliki saham 2,5 persen saja di perusahaan bentukan Tomy Winata itu.

Sebagai seorang pengusaha handal yang banyak makan asam garam didunia persilatan proyek raksasa dalam negeri, Tomy Winata tak kehilangan akal. Proyek kelas ikan hiu ini harus ditangkap dengan cantik dan lincah.

Tomy Winata bukan pengusaha kelas ayam sayur. Sebagai jaminan bahwa proyek itu bukan hanya sekedar proyek NATO (Not Action Talk Only), Taipan cerdas ini menginginkan adannya payung hukum dan jaminan dari pemerintah agar ia bisa menjalankan proyek tersebut sampai rampung.

 Maka lahirlah dari tangan SBY Peraturan Presiden Nomor 86 tahun 2011 tentang Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS) atau yang lebih dikenal dengan istilah Jembatan Selat Sunda (JSS) itu.

Selain menerbitkan Peraturan Presiden, Presiden SBY juga membentuk Tim 7 untuk membantu memfasilitasi pembangunan Jembatan Selat Sunda itu. Tim 7 tersebut terdiri dari Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Perindustrian, Sekretaris Kabinet, dan Kepala Bappenas.

Harapan Presiden SBY, proyek itu sudah bisa dimulai (groundbreaking) pada tahun 2015 mendatang dengan jangka waktu pekerjaan selama 10 tahun sehingga sudah dapat dinikmati oleh masyarakat luas dan pelaku bisnis pada tahun 2025 nanti.

 Namun sayang beribu sayang, hingga SBY lengser keprabon, nasib proyek raksasa itu justru tak jelas juntrungannya, terkatung-katung bagaikan daun kering yang jatuh luruh perlahan-lahan dari rantingnya dan hanyut di sungai yang landai.

Pemerintahan pun berganti, dan Jokowi naik tahta menjadi orang nomor satu di negeri ini. Atas nama pemerintah, tanpa basa-basi yang berkepanjangan, secara resmi Jokowi menghentikan proyek ratusan trilyun rupiah itu.

Tomy Winata pun nangis darah. Barangkali dalam hatinya ia ngedumel, et dah kepeng sudah habis trilyunan rupiah, eh ndilalah malah gagal maning, gagal maning. Semprul nian.

Dan kini Tomi Winata mendapat genggaman tangan hangat dari Habib Rizieq. Sebenarnya apa arrti dari foto itu? Bagaimana menurut anda?

Penulis: Vita Risma

Sumber: 

https://twitter.com/ratu_adil

http://www.kompasiana.com/mawalu2/jokowi-jadi-presiden-tomy-winata-terkapar_54f3bf957455137e2b6c8054

http://www.beritaterbaru.org/2016/07/astaga-pakar-mantan-bongkar-permainan-licik-sby-tentang-reklamasi-teluk-benoa-bali.html

Baca juga:
Dianggap Meresahkan Masyarakat, Akhirnya Pemerintah Beri Sanksi Ini Terhadap Habib Rizieq. Nah Lo...!!

Penonton Heboh Saat Ahmad Dhani Minta Ahok Maju Foto Bareng

Menggelikan....!! Ditanya Warga Tentang Program Kerja, Begini Jawaban Konyol Sandiaga Uno

SHARE THIS

 Facebook    

FPI

Dianggap Meresahkan Masyarakat, Akhirnya Pemerintah Beri Sanksi Ini Terhadap Habib Rizieq. Nah Lo...!!

NASIONAL

Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir Juara Hong Kong Open

FPI

Jokowi Jadi Presiden, Tomy Winata Terkapar. Kini 'Hangat' Bersama Imam Besar FPI Habib Rizieq. Nah Lo Ketahuan!!

NEXTTontowi Ahmad dan Liliyana Natsir Juara Hong Kong OpenPREVIOUSTentang 'Kutukan' Agus Yudhoyono Jadi Gubernur DKI. Fakta Ini Mengejutkan....!!

9 komentar:

handik ar26 November 2016 19.17

Lanjutkannnn

Balas

Moris Sitepu26 November 2016 19.53

Ngeri kali si Rizik itu ya...
Segala cara dihalalkan, pake2 nama agama pula.....

Balas

Moris Sitepu26 November 2016 19.53

Ngeri kali si Rizik itu ya...
Segala cara dihalalkan, pake2 nama agama pula.....

Balas

Balasan

zaki rajakalana27 November 2016 00.18

Batak banyak bacot

Balas

Ayu Pratiwi26 November 2016 22.53

make sense!!!

Balas

Okto R26 November 2016 23.09

Tomy Winata memang berbahaya, ingin memfitnah Habib Rizieq.

Balas

My Channel27 November 2016 00.10

hoaxer bisa aja buat berita kaya gt, kan yg kita masalahin bkn dia China, korupsi atau segala kasus yg udh dia lakuin! Tapi karena dia sudah MENISTAKAN AL-QURAN. Jadi klo umat Islam mlh mendukung si HOAX dia sdh hilang akalnya.🤕🤕🤕

Balas

Abu shoron27 November 2016 00.41

Situs abal-abal...

Balas

My Simply Online Business27 November 2016 01.16

di cermin dibelakang habibnya lupa di edit yaa atau dipotoshop, kok dicermin dibelakang yang disamping habib bajunya kok ga berwana biru yaa dan baju warna merahnya juga :)

Balas

HOT MINGGU INICOMMENTS

Jokowi Jadi Presiden, Tomy Winata Terkapar. Kini 'Hangat' Bersama Imam Besar FPI Habib Rizieq. Nah Lo Ketahuan!!

Infoteratas.com - Media Sosial tengah dihebohkan dengan keakraban Imam Besar Habieb Rizieq dengan klan pengusaha Tomy Winata...? F...

Tentang 'Kutukan' Agus Yudhoyono Jadi Gubernur DKI. Fakta Ini Mengejutkan....!!

Beritateratas.com - Ada cerita 'kutukan' di balik nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Kutukan itu ...

Menggelikan....!! Ditanya Warga Tentang Program Kerja, Begini Jawaban Konyol Sandiaga Uno

Infoteratas.com -  Sejumlah warga di Kelurahan Pademangan Barat, Jakarta Utara, meminta bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga ...

Penonton Heboh Saat Ahmad Dhani Minta Ahok Maju Foto Bareng

Infoteratas.com - Dalam konser reuni Dewa 19 di Kota Solo, ada hal sempat mengagetkan. Tiba-tiba Ahmad Dhani mengundang beberapa tokoh d...

Sebar Berita Hoax, Hater ahok Ini Ditangkap Bareskrim Mabes Polri. Faktanya Bikin Kaget....!!

Infoteratas.com - Akhirnya Bareskrim Mabes Polri berhasil menemukan sejumlah pelaku penyebar berita hoax tentang Kapolri. Menurut Kabares...

Polda Jabar Mulai Selidiki Kasus Dugaan Penghinaan Pancasila oleh Habib Rizieq

Infoteratas.com - Polda Jabar sudah menerima pelimpahan dari Bareskrim Polri soal kasus dugaan penodaan terhadap lambang dan dasar negara...

Lagi, Habiburokhman Tantang Ahok Mandi di Sungai

Infoteratas.com - Jelang Pilkada DKI 2017, adu program kerja atau visi misi kandidat gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta kini mulai d...

Wanita Emas Ini Mendadak Dukung Ahok, Karena Rumahnya Dikemang Tak Lagi Banjir, Ini Bukti...

Infoteratas.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mendadak dapat dukungan dari Hasnaeni. N...

Buat Rekannya Sesama Artis di DPR yang Suka Ganggu Ahok, Ini Sindiran Pedas Dari Indro Warkop

Infoteratas.com - Masyarakat Indonesia cenderung memiliki sensibilitas terhadap humor dalam kehidupan sehari-hari. Media sosial mencer...

Salut..!! Datang Ke Rumah Pemenangan, Ahok Malah Disambut Antusias Oleh Pendukungnya.

Infoteratas.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama mendapatkan sambutan salam dua jari yang telah dipe...

HOT

Jokowi Jadi Presiden, Tomy Winata Terkapar. Kini 'Hangat' Bersama Imam Besar FPI Habib Rizieq. Nah Lo Ketahuan!!

Tanpa Malu Rizieq Gunakan Mobil Barunya Yang Didapat Dari Upah Demo Ahok Sebesar 100 Milyar..

Buat Rekannya Sesama Artis di DPR yang Suka Ganggu Ahok, Ini Sindiran Pedas Dari Indro Warkop

Tentang 'Kutukan' Agus Yudhoyono Jadi Gubernur DKI. Fakta Ini Mengejutkan....!!

Kecurigaan Ahok di RAPBD DKI 2017 Ternyata Benar, Ini Faktanya!!

Salut...!! Terus Beri Dukungan, Front Betawi Bersatu Untuk Menangkan Ahok Lagi..

Astaga...!! Petinggi FPI Ini Sebut Yang Dukung Ahok Bakal Masuk Neraka.....

Demo Besar-besaran 4 November Ini Bakal Menguntungkan Bagi Ahok, Salut..!!

Dengan Berani…!!! Anak Kecil Ini Kirim Surat Untuk Ahok, Isinya Bikin Merinding…

Berpapasan Dengan Pedemo, Djarot Malah Dibuat Kaget Oleh Para Pedemo, Ini Alasannya..!!

 

Copyright © 2016 Infoteratas

Minggu, 16 Oktober 2016

Sembako atau bagi bagi uang di amplop untuk mendapat simpati atau kemenangan?

Cara berpikir AHOK yang sangat yakin dalam melakukan yang terbaik.

Yesus pun Kalah Voting

Suatu hari Ahok ditanya oleh seorang temannya sesama Kristen. "Hok, kenapa kamu kalo kampanye ga bagi2 sembako atau bawa dokter buat pengobatan gratis?"

Ahok pun menjawab. "Kamu tahu ga, Yesus pun dah bagi-bagi sembako ke 5000 orang, sisa 12 keranjang, plus nyembuhin orang sakit. Pake ngidupin orang mati segala, dia tetep kalah voting."

"Kalah voting gimana?" tanya temannya.

"Lha itu, di depan Pilatus, waktu didakwa sblm disalib. Bahkan Pilatus dah black campaign segala buat voting ngebelain Yesus, tetep aja Yesus kalah voting.
Pilatus kan bilang, 'hari ini gue lagi baik hati, pilih satu yang dibebasin: Yesus orang baik, atau Barabas orang jahat' Nah udah sampe segitunya lho.
Yesus tetap kalah voting.
Mayoritas kan pada milih Barabas," Kata Ahok.

"Jadi belajar dari Yesus kalah voting, aku menangkap kalo sembako dan pengobatan gratisan itu tidak mampu membeli nurani manusia.
Itu cuma bikin mereka kagum sebentar aja. Begitu divoting mereka berpindah hati.
Tapi, kamu tahu apa membuat banyak orang jadi followernya Yesus sampe sekarang?
Justru, karena kesaksian orang2 yg selalu bersama dengan Yesus.
Mereka lihat bagaimana dia bekerja keras dan berkomitmen membela yang lemah, miskin, cacat, dan tersingkir.
Nah, jadi aku belajar dari situ.
Mending aku kerja keras membela masyarakat kecil bikin keadilan sosial yang luas buat banyak orang. Daripada bagi-bagi sembako dan pengobatan gratis.
Mereka yang melihat kerja kerasku sehari-hari akan terketuk hatinya. Lha Yesus yg kayak gitu aja kalah voting, apalagi gue," jawabnya mantap sambil ngeloyor

Refleksi Ahok di suatu gereja, diceritakan dan diinterpretasikan ulang oleh Desideria Cempaka
disclaimer: bukan syiar bukan sihir cuman sharing

Otoritas Jasa Keuangan telah mengeluarkan Peraturan OJK (POJK) No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian sehubungan dengan Covid-19

Otoritas Jasa Keuangan telah mengeluarkan Peraturan OJK (POJK) No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional. Isinya akan dibe...